Showing posts with label mumia. Show all posts
Showing posts with label mumia. Show all posts

Thursday, March 1, 2012

Info - Tahap-tahap Untuk Melakukan Mumifikasi



















Apa itu Mumia?
Mumi adalah sebuah mayat yang diawetkan, dikarenakan perlindungan dari dekomposisi oleh cara alami atau buatan, sehingga bentuk awalnya tetap terjaga. Ini dapat dicapai dengan menaruh tubuh tersebut di tempat yang sangat kering atau sangat dingin, atau ketiadaan oksigen, atau penggunaan bahan kimiawi.
Mumi paling terkenal adalah mumi yang dibalsam dengan tujuan pengawetan tertentu, terutama dalam Mesir kuno. Orang Mesir percaya bahwa badan adalah tempat Ka seseorang yang sangat penting dalam masa setelah hidup.
Di Cina, telah ditemukan dari peti mati sipres yang tenggelam dengan menggunakan tanaman obat-obatan.
Mumi yang terbentuk karena kejadian alami, seperti di tempat super dingin (Ötzi manusia es, asam (manusia Tollund) atau kekeringan yang ditemukan di banyak tempat di dunia. Beberapa mumi yang terawet baik dalam kondisi alami bermulai sejak periode Inca di Peru.



Mumifikasi
Mumifikasi terjadi pada suhu panas dan kering sehingga tubuh akan terdehidrasi dengan cepat. Mumifikasi terjadi pada 12-14 minggu. Jaringan akan berubah menjadi keras, kering, warna coklat gelap, berkeriput dan tidak membusuk.


Tahap-tahap Mumifikasi

  • Setelah orang Mesir meninggal, jasadnya akan dibawa ke tenda pemurnian, yang terletak di tepi barat Sungai Nil, disinilah akan dimulai proses dari mumifikasi. Hal pertama yang dilakukan adalah untuk mencuci tubuh dan mengurapi dengan minyak suci. Diyakini, ada tujuh jenis minyak rahasia yang belum terkuak bahannya sampai sekarang. Setelah dibersihkan, tubuh itu kemudian dibawa ke wabet (istana pembalseman), semacam ruang operasi saat itu. Proses ini dilakukan oleh orang terpilih yang biasanya para pendeta, dan diketuai seorang yang memakai topeng “Anubis” dewa kematian dari Necropolis
  • Di dalam ruang khusus itu, jasad dimandikan dengan air dicampur garam Natron, untuk mempercepat dehidrasi mayat. Diyakini menurut Herodotus, irisan besar dibuat di sisi kiri perut. Sayatan ini digunakan untuk mengeluarkan organ vital seperti hati usus, paru-paru dan perut. Semua organ dikeluarkan kecuali jantung dan dua buah ginjal. Ketiga organ ini dibiarkan berada di dalam tubuh karena membentuk segitiga piramida yang dipercaya memberikan keabadian kepada tubuh jenazah. Jantung, dipercaya akan ditimbang saat hari perhitungan untuk menentukan baik-buruknya balasan di alam keabadian. Setelah dikeluarkan, organ dibungkus dan ditempatkan dalam stoples kanopik yang memiliki tutup berbentuk anak-anak dewa “horus”.
  • Otak juga dikeluarkan dari kepala. Untuk melakukan hal ini dibuat sebuah lubang melalui tulang ethmoid terletak tepat di atas lubang hidung. Sebuah alat berbentuk pengait dimasukkan ke dalam lubang ini dan digunakan untuk “mencairkan” otak dengan cara dipluntir(diaduk) kemudian ditiriskan melalui hidung.
  • Setelah itu, tubuh jenazah dilumuri garam Natron untuk proses pengeringan selama 40 hari. Rongga perut yang sudah kosong, diisi kapas atau kain. Dan, selanjutnya jenazah dilumuri lagi dengan “The Seven Secret Oil” serta cairan khusus, wewangian Lotus, resin, dan lain-lain sampai sekitar 70 hari. Setelah selesai, jenazah dibalut dengan kain kafan, dengan posisi tangan menyilang didepan dada. Juga diselipkan berbagai jimat untuk melindunginya selama perjalanan menuju alam keabadian.Setelah itu, tubuh jenazah dilumuri garam Natron untuk proses pengeringan selama 40 hari. Rongga perut yang sudah kosong, diisi kapas atau kain. Dan, selanjutnya jenazah dilumuri lagi dengan “The Seven Secret Oil” serta cairan khusus, wewangian Lotus, resin, dan lain-lain sampai sekitar 70 hari. Setelah selesai, jenazah dibalut dengan kain kafan, dengan posisi tangan menyilang didepan dada. Juga diselipkan berbagai jimat untuk melindunginya selama perjalanan menuju alam keabadian.
  • Terakhir, wajah sang mumi ditutupi dengan topeng yang dibuat persis dengan wajah aslinya. Agar, ’Ka’, (sang ruh) mengenalinya kembali saat memasuki jasadnya. Seperti Fir’aun Tutankhamun, topengnya terbuat dari emas yang bertahtakan batu mulia. Kemudian jenazah dimasukkan ke dalam peti mati belapis-lapis agar tidak terganggu oleh binatang di dalam tanah, atau pun manusia yang bermaksud jahat. Di sepanjang dinding makamnya, dipahatkan sejumlah gambar untuk memandu orang yang mati itu agar tidak ’tersesat’ menuju alam keabadian, dalam bentuk Kitab Kematian.