Showing posts with label syaitan. Show all posts
Showing posts with label syaitan. Show all posts

Tuesday, September 25, 2012

Mengikutkan Hawa Nafsu

"Pangkal segala maksiat, kelalaian dan syahway adalah redha terhadap nafsu, dan pangkal dari segala ketaatan, kewaspadaan dan kesucian adalah engkau tidah redha terhadap hawa nafsu"

"Bersahabat dengan orang jahil yang tidak memperuntukkan hawa nafsunya lebih baik bagimu daripada bersahabat dengan orang alim yang tunduk pada hawa nafsunya"
Kitab Al-Hikam - Syaikh Ibn Atha'illah as-Sakandari

Maksud hikmah di atas, seseorang itu disebut jahil apabila dia tidak mampu menundukkan hawa nafsu,tidak mampu menundukkan syahwatnya ke arah yang diredhai Allah. Dia terlalu menurutkan nafsu dan hanyut dengan tuntutan nafsunya. Nafsu yang tidak dikawal menyebabkan kehidupan kita rosak dari segala aspek, contoh nafsu makan,makan yang berlebihan menyebabkan penyakit, badan jadi tidak sihat, obes dan sebagainya.. lagi contoh nafsu nk berseronok, kadang2 tu terlalu ikutkn nafsu sampai tangguh solat sampai hujung waktu..

selain itu, Syaikh juga berpesan agar kita sintiasa selektif dalam memilih teman seharian. Salah pilih kawan juga boleh mengheret ke arah kemungkaran.. (^^,)

bimbinglah aku dan sahabat2 seagamaku kejalan yang diredhaiMU ya Allah...peliharalah hati kami dari pujuk rayu nafsu..amin!



Thursday, May 17, 2012

Cukuplah Dia Sebagai Pelindung


"Cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang yang beriman"
-Al-Anfal:64-

Cukuplah Allah bagi kita, Dia yg menunjukkan jalan yg lurus...
Dia yang mengawasi,melindungi dan menjaga kita...
oleh itu, janganlah kita takut pada yg lain selain Dia..
janganlah kita takut!

" Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yg bertaqwa "
-An-Nahl:128-

Allah melindungi kita daripada musuh kita,
Allah melindungi kita dari semua bencana,
Allah membebaskan kita dari segala penyakit,
Allah menjaga kita saat kita dalam kemelaratan...

Allah Maha kuasa, Allah Maha Esa...
segalanya,semua yg berlaku adalah kehendak dari DIA

jadi, apa yg perlu kita takut?
kenapa perlu menduakn Allah?
kenapa masih melakukan perbuatan syirik,mengekutukan Allah?

sesungguhnya janji iblis,syaitan adalah untuk menyesatkan umat manusia.
kenapa perlu berdamping dengan iblis,syaitan,jin...
kita ada Allah! hanya pada Dia kita patut memohon..bukan selain Allah
tak perlu kot bomoh, bantuan jin, batu, tangkal,sebagainya

#mood geram pd org yg menduakan Allah! pegi main jauh2 kau, jgn ganggu aku!


Tuesday, April 3, 2012

SYAITAN AJAR ABU HURAIRAH KHASIAT AYAT KURSI

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.

"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah. Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan." Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru. 


Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?" 
Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahawa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya. 

"Bohong dia," kata Nabi : "Pada hala nanti malam ia akan datang lagi." Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin. Dan kali ini ia pun tertangkap. "Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah, sama seperti kelmarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi." 


Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : "Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi." 


Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kelmarin itu dilepaskan begitu sahaja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya dalam hati. "Kali ini tidak akan kuberikan ampun." 

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya. 


"Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahawa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna." 
"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. "Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi." 


Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang. 
Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi. 


"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya. 

"Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan," jawab Abu Hurairah. 

"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi. 

Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari." 


Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta." Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?" "Entahlah." Jawab Abu Hurairah. "Itulah syaitan."